Event

Holopis Kuntul Baris

Holopis Kuntul Baris yang bermakna bekerja bersama-sama dan bergotong-royong dipilih menjadi tema Festival Tlatah Bocah kedua belas. Puncak acara festival ini digelar tanggal 27-28 Oktober 2018 di Sanggar Bangun Budaya, desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Festival di lereng gunung Merapi ini menjadi contoh wadah pembelajaran tentang nilai-nilai keragaman, terutama di kalangan anak-anak dalam bentuk seni dan budaya. (more…)

Advertisements

Di Balik Layar Content Creator Fest 2018

Berawal dalam obrolan iseng saat ngopi bersama teman-teman, mensikapi kondisi media sosial yang sudah sangat parah, tentang sosmed yang kebanyakan berisi hujatan, fitnah dan materi-materi yang tidak mendidik dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dari situ muncul gagasan membuat wadah untuk mengembalikan sosial media menjadi media bersosialisasi yang menyenangkan dan lucu. (more…)

Rijsttafest: Festival Membangun Sejarah Masa Depan

rijsttafest_smg-03

Rijsttafel. Pada masa kolonial Hindia Belanda, para penguasa dan orang kaya Belanda menciptakan perjamuan makan untuk menikmati beraneka ragam makanan Nusantara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya. Nah, Rijsttafest berasal dari kata ini. Festival yang menggabungkan sejarah, seni budaya yang dikolaborasi dengan berbagai kuliner.

(more…)

Pasa Harau: Tentang Keindahan Alam Dan Tradisi Minangkabau

harau_01

Sebelumnya, Harau adalah nama yang asing di telinga saya. Namun begitu menginjakkan kaki di sana, sesaat saya hanya bengong dan kagum akan keindahan alam yang super keren ini. Sawah yang menghijau sangat kontras dengan warna kuning kemerahan tebing granit setinggi 200an meter yang seakan menjadi benteng yang kokoh bagi kawasan tersebut. Belum lagi sejumlah air terjun menghiasi tebing tersebut. Tentu saja suatu yang mustahil bisa saya temui di Jogja đŸ˜€ (more…)

Kenapa Harus Ke Pasa Harau?

IMG_3590

Pasa Harau Art & Culture Festival akan diselenggarakan pada 13-14 September 2016. Di event ini, kita akan dimanjakan oleh keindahan alam dan budaya.

Pasa Harau mengambil ‘pasa’ yakni kata Minangkabau untuk ‘pasar’ yang juga dapat berarti keramaian. Harapannya, festival ini dapat menjadi pasar seni dan budaya, di mana berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat Lembah Harau dan Limapuluh Kota dapat ditampilkan. Potensi dimaksud, tidak saja terdiri atas penampilan bentuk-bentuk pertunjukan seni, namun juga berbagai permainan rakyat, olahraga tradisional, jajanan dan makanan khas setempat, benda-benda kerajinan, serta pergelaran beberapa upacara tradisional. Nah, kenapa Anda harus datang ke festival ini?

(more…)