Eksotisme Wisata Lembata

Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang dulu dikenal dengan sebutan “Pulau Lomblen.” Kabupaten Lembata terletak di antara Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor di provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini terkenal dengan taman lautnya dengan eksotisme keindahan bawah laut yang menakjubkan.

Berbicara mengenai keindahan bawah laut, Tanjung Nuhanera adalah tempatnya. Bagi yang gemar diving dan snorkeling, tempat ini tepat untuk dikunjungi karena memiliki pemandangan bawah laut yang cukup indah. Sayangnya saya enggak sempat bermain air di sana, tapi pemandangan di atas permukaan laut pun tak kalah indahnya. Nuhanera merupakan semenanjung di kawasan Teluk Waienga yang memiliki panjang garis pantai 91 km dan lebar masuk teluknya sekitar 1 km. Sejauh mata memandang terlihat bukit sabana yang dibatasi oleh pasir putih. Di sore hari, bisa terlihat matahari terbenam di balik gunung Ile Lewotolok. Semakin cantik bila meilihatnya dari atas perahu di tengah laut. Di malam hari, tempat ini cocok untuk berburu milky way.

Tempat lain yang layak dikunjungi adalah gosong yang disebut pulau Siput di seberang pelabuhan Lewoleba. Pulau ini hanya terlihat saat air laut surut dan akan tenggelam bila air laut pasang naik. Uniknya, mungkin ini satu-satunya pulau di dunia yang sangat kaya akan siput. Pada saat laut surut, masyarakat akan berdatangan mencari siput baik untuk dikonsumsi maupun dijual lagi. Gosong seluas dua kali lapangan bola ini sangat keren dengan pasir putih bak kristal, air lautnya jernih, bersih dan membiru. Di sore hari bisa menikmati keindahan sunset Lembata.

Berkunjung ke Lembata akan terasa sia-sia bila tidak mendatangi desa Lamalera di kecamatan Wulandoni. Desa ini dikenal sebagai desa pemburu ikan paus. Ya, masyarakat desa ini sejak abad ke-16 dan secara turun temurun memiliki tradisi berburu ikan paus. Musim berburu ini biasanya berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober. Mereka tetap mempunyai aturan untuk menjaga populasi paus. Para nelayan tidak akan membunuh paus kecil, paus yang sedang hamil dan jenis paus yang dilindungi.

Saat berburu, para nelayan menggunakan perahu perahu yang disebut paledang. Pemburu atau Lamafa akan berdiri di ujung depan perahu. Apabila ikan paus sudah terlihat, lamafa akan melompat dan menghujamkan tombak bambu panjang runcing yang disebut tempuling ke tubuh ikan paus. Sungguh tradisi yang menantang maut, karena sering terjadi lamafa atau bahkan perahu pecah terkena hempasan ekor ikan paus. Jika berhasil, daging ikan paus akan dibagi secara adil berdasar besarnya kontribusi keluarga mereka dalam perburuan.

Di kecamatan Wulandoni juga terdapat tradisi unik yang masih dilakukan hingga sekarang, yaitu pasar barter. Pasar ini tidak menggunakan uang sebagai alat tukar namun menggunakan sistem barter atau tukar menukar barang. Kondisi geografis di kawasan ini merupakan daerah pantai dan gunung sehingga masyarakatnya pun terbagi menjadi masyarakat pantai yang rata-rata adalah pelaut dan masyarakat gunung yang agraris.

Di pasar ini mayarakat gunung dan pantai saling bertemu dan menawarkan barangnya. Orang dari pegunungan membawa hasil bumi seperti umbi-umbian, pisang, jagung dan hewan ternak untuk ditukar dengan berbagai jenis ikan segar maupun kering, termasuk juga daging ikan paus dari Lamalera. Unik. Saya beruntung bisa melihat tradisi ini.

Daerah lain yang layak dikunjungi adalah kawasan Ata Kore Desa Watu Wawer di kecamatan Atadei. Desa di dataran tinggi ini ditempuh sekitar 3 jam dari kota Lewoleba. Dari sini bisa dinikmati indahnya hamparan padang rumput dan barisan perbukitan hijau. Di sini juga terdapat tinju tradisional yang disebut Hadok. Tradisi bertinju tradisional ini biasa dilakukan oleh masyarakat desa Atakore dan beberapa desa di sekitarnya yakni Lerek, Lewogroma, Atawolo, Waiwejak dan Paulolong di kecamatan Atadei. Tradisi Hadok biasanya digelar setelah “bako medehe” yaitu acara syukur panen, dilaksanakan di arena pertarungan yang disebut “weho.”

Tinju tradisional ini dilakukan oleh dua orang berkain tenun motif daerah Atadei, tidak mengenakan baju. Bagian tubuh yang boleh dipukul adalah bagian perut ke atas. Rata-rata mereka akan menyerang bagian muka lawan. Semakin banyak bagian muka dipukul lawan berarti semakin rendah tingkat ketangkasan atau kehebatannya. Konon, Hadok menjadi ajang  pertarungan gengsi antar keluarga, kelompok, bahkan antar desa. Jika ada anggota keluarga yang dikalahkan, maka keluarga tersebut akan berusaha membalas pada pertarungan Hadok musim panen berikutnya.

Lembata masih memiliki wisata petualang seperti menikmati gunung-gunung menakjubkan seperti Ile Batutara yang meletus setiap 20 menit sekali lahar panas yang berpijar membara dan membentuk bunga api yang indah.  Atau naik ke gunung Ile Ape atau sering disebut juga dengan Ile Lewotolok yang memiliki kawah luas dan berpasir putih menyerupai lapangan di puncaknya. Menempuh perjalanan naik bus kayu juga perupakan petualangan tersendiri yang tidak akan ditemukan di kota besar di Jawa.

Berbagai desa adat juga memiliki tradisi yang menarik, dan tentu saja tenun khas mereka. Lembata memiliki berbagai keindahan alam dan budaya yang menakjubkan. Tak salah banyak wisatawan mancanegara menyebut bahwa “Lomblen is Last Paradise.”

 

Advertisements

4 comments

Leave a Reply to Aan Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s