Holopis Kuntul Baris

Holopis Kuntul Baris yang bermakna bekerja bersama-sama dan bergotong-royong dipilih menjadi tema Festival Tlatah Bocah kedua belas. Puncak acara festival ini digelar tanggal 27-28 Oktober 2018 di Sanggar Bangun Budaya, desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Festival di lereng gunung Merapi ini menjadi contoh wadah pembelajaran tentang nilai-nilai keragaman, terutama di kalangan anak-anak dalam bentuk seni dan budaya.

Holopis Kuntul Baris juga menjadi bukti bahwa dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat desa lereng Merapi secara mandiri mampu menyelenggarakan festival dan menghadirkan banyak seniman dan pegiat budaya dari berbagai kota untuk terlibat di festival budaya yang keren ini.

Festival Tlatah Bocah tahun ini melibatkan puluhan sanggar seni anak dan dewasa dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Mereka antara lain dari Jakarta, Surabaya, Pariaman, Jombang, Bogor, Kendal, Purworejo, Karanganyar, Salatiga, Yogyakarta dan seniman dari Brazil.

Festival ini adalah implementasi nyata dari gotong royong, satu bentuk kearifan lokal yang agung warisan leluhur kita yang mulai luntur di masa sekarang ini. Di sini, para pengunjung seakan dibuka mata lahir dan batinnya bahwa gotong royong itu masih ada. Juga bentuk kerja sama antara orang tua dan anak-anaknya. Fasilitas yang diberikan para orang tua kepada anaknya bukan berupa gajet atau barang muktahir lainnya, namun berupa wadah bagi anak-anak untuk belajar seni budaya dan menampilkannya.

Para dewasa bergotong royong membersihkan dan menghias desa, menyiapkan panggung sederhana dengan memanfaatkan bambu, daun kelapa dan berbagai potensi lokal yang ada di desa. Ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan teh, kopi dan makanan khas desa untuk disajikan kepada para tamu. Kamar-kamar di rumah mereka juga dibersihkan dan mempersilahkan para pengunjung yang datang bila hendak menginap. Semua diupayakan yang terbaik, dilakukan dengan suka cita dan tidak mengharap imbalan apapun.

Saya yang kadang sok bangga sudah pergi ke berbagai kawasan di Indonesia untuk membantu masyarakat membangun festival budaya, lantas menjadi kecil saat melihat totalitas masyarakat di festival Tlatah Bocah ini. Festival besar tidak harus dengan biaya besar. Festival sederhana akan bermakna besar bila dibangun dengan kebersamaan, gotong royong, suka cita dan tanpa pamrih.

Masyarakat bekerja bersama, saling mengisi dan melengkapi, tanpa memandang miskin atau kaya, pria, wanita, anak-anak dan apapun agamanya. Satu contoh nyata membangun kebersamaan dalam kemajemukan. Holopis Kuntul Baris.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s