Kupat Landhan, Ketupat Merah

 

Kupat atau Ketupat Landhan. Saya ketemu makanan ini di Banjarnegara. Jadi, ini memang makanan khas Banyumas dan sekitarnya. Bentuknya sama persis seperti ketupat yang biasa kita temui. Berbentuk segi empat dengan selongsong dari daun kelapa dan berisi nasi. Namun yang satu ini berwarna merah. Awalnya sempat berpikir mungkin warna coklat kemerahan tersebut karena dimasak dengan daun jati, seperti gudeg. Ahaha, pola pikirnya Jogja banget πŸ˜€

Ternyata warna merah tersebut berasal dari Landha. Hhhmm ini istilah baru.. Landha adalah abu batang padi atau beberapa juga menggunakan abu pelepah daun kelapa. Prosesnya abu tersebut dicampur dengan air kemudian disaring. Nah air saringan inilah yang nantinya digunakan untuk merebus ketupat.

Setelah matang, selongsong ketupat berubah warna menjadi coklat kemerahan termasuk juga bagian luar ketupat. Saya tidak bisa membedakan rasanya. Enak sih, dan terasa lebih kenyal. Cocok disantap dengan mendoan. Kalo doyan pedes sambil nyeplus cabe rawit. Gurih, pedas dan lupa berhenti. Jujur, saat itu saya baru sadar setelah habis empat ketupat dan enam mendoan. Hadeh.. trus kapan kurusnya coba? πŸ™

mendoan_02
mendoan panas bikin lupa daratan
landhan_03
cabe, mana cabe..??

20 Replies to “Kupat Landhan, Ketupat Merah”

          1. Jiahahaha…
            udah deh, arrange waktu aja trus kesana bareng, trus cicipin mendoan. Entar kan kelihatan habis berapa biji, dan tentunya Lina pasti lebih banyak πŸ˜›

Leave a Reply to nengwie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *