Patehan

patehan_01

Patehan is a tea time tradition of the royal family of kraton Yogyakarta while watching the jemparingan. It served by six women wear kemben and four men wear pranakan. Three women carry the trays of the traditional tea utensils and two others were in charge of pouring tea. Three others were carrying a tray of traditional snacks like tempeh mendoan and fried bananas. Then one person in charge of carrying an umbrella for the group leader called bekel.

Ritual Patehan adalah tradisi menyajikan teh serta makanan ringan kepada tamu. Kegiatan ini dilakukan oleh enam perempuan mengenakan kemben dan empat pria yang memakai baju pranakan. Tiga orang bertugas membawa nampan berisi peralatan minum teh dan dua orang lagi bertugas menuangkan teh. Tiga orang lainnya membawa nampan berisi pacitan atau kudapan semacam tempe mendoan dan pisang goreng.  Kemudian satu orang bertugas membawa payung untuk melindungi pemimpin rombongan yang disebut bekel.

Tradisi minum teh ala Kraton Yogyakarta ini pada jaman dahulu dilakukan oleh raja beserta tamu-tamunya sambil menikmati kegiatan jemparingan atau panahan gaya Mataraman. Sudah sementara gitu aja.. 😀
Repost from previous blog

patehan_02

0 Replies to “Patehan”

      1. Saya ga gend… ideal kok. tapi klo ditimbang berat (ajaib kan?)

        Iyah saya pengen bawa nampan, trus ngeteh bareng.
        Eh, yg bawa nampan ikut ngeteh kan? atau bawa doang trus pulang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *