Breakfast At Sanur Beach

Forgive me, again I got difficulties to tell the story in English. There are some terminologies that I don’t know how to explain. So, let me use Bahasa Indonesia. This post about some Balinese side dishes named Nasi Campur.

Beberapa tahun yang lalu, saya diajak seorang teman dari Bali, namanya mas Made untuk sarapan Nasi Campur di pinggir pantai Sanur. Sebelumnya dalam bayangan saya adalah masakan dari daging babi atau semacam nasi lawar yang enak sekali. Tapi ternyata saya salah. Nasi campur yang ini berupa nasi putih dikelilingi aneka lauk. Sepertinya segala macam lauk ada di situ, dari ayam, telur rebus, jukut urap, ikan, daun ubi bumbu cabai, kacang tanah goreng, kulit ayam goreng dan yang paling istimewa adalah sambel matah.

Banyak makanan yang menggunakan istilah Bali yang tidak semuanya saya pahami. Namun yang sedikit saya tangkap saat itu adalah, Jukut urap adalah rebusan kacang panjang, bayam dan tauge yang dicampur dengan parutan kelapa bakar. Kemudian Sambal Matah terbuat dari cabe yang dipotong kecil dicampur garam kemudian digoreng dengan minyak kelapa murni. Sambal ini sebelum disajikan dicampur dengan bawang goreng gurih dan renyah.

Saat satu piring nasi campur telah mulai disantap, yang terasa adalah campuran dari berbagai makanan yang diramu dengan pas. Asam, gurih, pedas dan tak terasa keringat mulai menetes. Menurut saya rasanya tidak mak nyus, karena lebih dari mak nyus! πŸ˜€

Oh ya, tempatnya adalah di warung Men Weti di Jl. Segara Anakan Sanur. Warungnya kecil sehingga jangan kaget bila ada pengunjung yang tidak kebagian kursi memilih duduk di trotoar. Namun, sekali saya ke sana, setelah itu setiap kali ke Bali, saya selalu usahakan untuk mampir sarapan di sini.

Saya datangnya sekitar jam 07.30 pagi, menu yang difoto sudah enggak utuh, jadi enggak menarik ya? πŸ™

45 Replies to “Breakfast At Sanur Beach”

      1. setelah setiap malam saya disiksa dengan aroma lezat yang menguar dari gerobak nasi goreng, sekarang saya disiksa dengan foto2 seperti iniiii…. mana hati nuranimu, mas? hu huu huuuuu….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *