~ Source of My Inspiration

Latihan.. latihan.. hal itu yang rajin dilakukan kedua anakku akhir-akhir ini… Kadang aku berpikir apa mereka enggak capek. Apalagi si sulung saat ini menjelang persiapan UAN SD yang hari-harinya penuh dengan les, bimbingan belajar dan try out. Tapi dengan semangat ia masih mau datang latihan ke gereja. Yang kecil lain lagi. Sepulang sekolah langsung disambung latihan menari. Untungnya untuk lulus TK tidak perlu ada UAN seperti kakaknya. Hehehe…

Aku pernah protes pada suster pembimbing anak-anakku. (Kebetulan mereka belajar di sekolah Katolik). Yang pertama saat anakku yang kecil mau ikut lomba menari. Gila! mosok sejak pagi ke sekolah tapi enggak ikut pelajaran di kelas, tapi malah latihan nari, bahkan hingga teman-teman yang lain pulang, dia masih saja latihan. Wah, bukannya tidak mendukung, tapi siapa yang rela anaknya diperes tenaganya habis-habisan. Aku inget, saat itu dia sampai sakit. Tapi untunglah, dia masih bisa ikut lomba dan menjadi juara.

Yang kakaknya lain lagi. Aku protes ke suster siapa gitu.. aku lupa namanya.. karena bikin jadwal latihan seenak udelnya. Dari pagi sampai siang sekolah, langsung disambung pelajaran tambahan, setelah itu dilanjut dengan latihan PA. Aku bahkan sempat bilang, sebaiknya anakku diganti dengan yang lain karena dia lagi fokus pada persiapan menghadapi UAN. Eh, jebul anakku yang protes.. yowes, piye meneh, wong anaknya aja mau…

Aku tidak ingin melarang dan menghambat aktifitas mereka. Aku hanya ngeman bahwa mereka tidak bisa diforsir, harus beristirahat. Tentu saja, aku kuatir bila mereka kecapekan dan jatuh sakit. Emangnya sekolahan mau nanggung biaya dokter?

Sebagai orang tua yang penuh keterbatasan, tentunya aku dukung segala kegiatan anak-anak. Satu kebanggaan bahwa anak-anak bisa melakukan hal yang bermanfaat untuk lingkungan, sekolah dan gereja. Aku cukup bersyukur diberi kesempatan mendampingi mereka. Talenta yang mereka miliki didapat dari Tuhan. Sudah selayaknya pula mereka persembahkan kepada Tuhan, melalui pelayanan di gereja.

Pekan Suci tahun ini, anak laki-lakiku dipercaya bertugas sebagai misdinar di gereja dan kapel, berturut-turut sejak perayaan Minggu Palma hingga Minggu Paskah besok. Adiknya, mulai tahun ini dipercaya untuk menari mengiringi persembahan pada Misa Paskah Anak di gereja.

Terimakasih Tuhan, Kau berikan dua malaikat penyemangat hidupku. Semoga aku berkesempatan mendampingi dan melihat mereka tumbuh dewasa. Berkatilah dan lindungilah mereka. Amin.

.

ANAK-mu bukan milikmu.
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri.
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau.
Mereka ada padamu, tetapi bukan hakmu.

Berikan mereka kasih sayangmu,
tetapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
tetapi tidak untuk jiwanya.
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu.
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kau busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaanNya,
hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana pula dikasihiNya busur yang mantap.
( Kahlil Gibran)

 

*****

.

.

 

.

 

.

 

.

*****

.

0 Replies to “~ Source of My Inspiration”

  1. both of them are look like you. slightly can see their mother face but most likely the skin is your skin 😛

    I thougt you must be forget that we always fight about your hairstyle! haha now you know how it feel..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *